TATA ARTISTIK PRODUKSI ACARA
Oleh: Pawit Kasbani
Tata Artistik Televisi adalah bagian dari kru televisi, di
beberapa stasiun televisi, Tata Artistik masuk ke dalam Departemen Artistik
atau Art Departement. Di dalam departemen ini terbagi atas: Unit
Dekorasi, Unit Properti, Unit Grafika, serta Unit Tata Rias dan Busana. Namun
di beberapa stasiun TV di Indonesia tidak selamanya seperti ini,
misalnya unit grafika (grafis) di bebrapa stasiun tv justru bertanggung jawab
pada post production manager.
Sebenarnya
apa yang menjadi tanggung jawab seorang penata artistik adalah semua benda yang
dilihat penonton saat menyaksikan sebuah film atau tayangan sebuah acara.
Pembuatan set, atau setting dari sebuah adegan menjadi tanggung jawab penata
artistik
Sedikit berbeda antara art director dalam
struktur perfilman dengan
penata artistik televisi, seorang art director dalam struktur perfilman,
bekerja di bawah designer secara langsung, dan di atas set designer dan berada
dalam level yang sama dengan set decorator. Kewajiban mereka yang terbesar
adalah berbagai aspek administratif dalam art department, seperti pembagian
tugas pada tiap personel, penyiapan angggaran, scheduling dan mengatur/menjaga quality control. Biasanya
juga mereka bekerjasama dengan bagian yang lain, terutama bagian konstruksi,
karena tugasnya membuat set dari sebuah adegan. Tugas bagian ini secara umum dibagi menjadi dua yaitu, pra produksi dan saat produksi.
Planning
Meeting
Dalam
pertemuan perencanaan program televisi atau planning meeting, produser
memaparkan konsep acara yang akan dibuat. Dalam hal ini produser didampingi
oleh sutradara atau pengarah acara televisi. Atas penjelasan ini, penata artistik menguraikan rencana tata artistik untuk mendukung acara tersebut, uraian ini dipaparkan dalam bentuk floor plan. Berikutnya, masing-masing
departemen mempelajari kembali apa-apa yang harus disiapkan. Kebutuhan set
dekorasi, property,serta grafika adalah hal-hal yang harus diperhitungkan secara detail oleh penata artistik.
Production
Meeting
Dalam
pertemuan ini, pengarah acara bertindak memimpin acara meeting productioni. Masing-masing penangung jawab tim memaparkan
tugas yang akan dilakukan secara lengkap, ini penting agar departemen lainnya
juga memahami konsep acara secara keseluruhan. Dalam meeting
production, penata artistik sudah harus mengajukan
anggaran yang diperlukan dalam tata artistik.
Technical
Meeting
Merupakan pertemuan terakhir, dimana
masalah teknis dibahas. Segala kebutuhan produksi harus sudah selesai dipersiapkan alias segala sesuatunya ready to use.
Pre Production
1. Melakukan bedah
skenario
Untuk mengetahui semua set yang diperlukan
untuk semua adegan yang termasuk dalam sebuah film, Jadi setiap adegan, setiap
percakapan yang mengaitkan pada sebuah keadaan (misal berbicara di sebuah
bandara udara), maka art director harus mulai membuat list set apa saja yang
diperlukan.
2. Merinci apa saja
yang dibutuhkan
Jika sudah
tahu set apa saja yang dibutuhkan dalam membuat sebuah film, maka ia sudah dapat
memulai membuat checklist benda-benda
apa saja yang dibutuhkan. Tak hanya properti yag kecil sebagai pemanis dari
sebuah ruangan, namun juga set panggung, atau apa saja yang membutuhkan
konstruksi, di sini jika merupakan produksi besar, art director bisa bekerja sama dengan bagain konstruksi. Bahkan di
beberapa produksi film, make up sampai wardrobe
bisa menjadi salah satu tanggung jawab seorang art director untuk menyiapkannya. Misalnya saja, setting dari sebuah adegan adalah di
tahun 1942 saat perang dunia kedua masih berkecamuk, ia harus dapat mencari
properti benda-benda yang mewakili tahun tersebut sampai ke pakaian yang akan
dikenakan oleh tokoh-tokohnya.
3. Merinci budget yang dibutuhkan
Tentu saja
setelah merinci apa saja yang dibutuhkan, ia juga perlu merinci anggaran yang
harus dikeluarkan, jika memang anggaran terbatas, maka dengan sendirinya ia
harus pintar-pintar membagi anggaran sesuai kebutuhan. Semakin ia pandai
membuat set yang sesuai dengan aslinya dengan anggaran yang standar, maka namanya
pun akan semakin dikenal.
Production
Film telah
dimulai pembuatannya, maka tiap scene pun
art director perlu ada dan berada di
dekat sutradara untuk memastikan gambar yang diambil sesuai dengan yang
diharapkan, sesuai dengan skenaro dan dalam tampakkan gambarnya pun terlihat
nyata. Bisa saja ia ikut terlibat langsung, misalnya saja membetulkan letak set
atau properti yang dirasa tak pas di adegan yang dimaksud. Kegiatan ini terus
diikuti oleh art director, mulai dari
bongkar pasang set, sampai ke penataan set sepanjang pengambilan gambar masih
berlangsung.
RSS Feed
Twitter
20.44
Laloeman

Posted in
0 komentar:
Posting Komentar