TATA ARTISTIK BAG II
Membangun sebuah set untuk pertunjukkan
acara televisi bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Dimulai dari menterjemahkan
ide/gagasan tim kreatif, membuat sketsa desain, membuat set desain, membuat
maket, hingga membangun set itu sendiri. Perhitungan matematika,fisika,dan tentu saja
estetika (seni) menjadi satu keharusan agar sebuah set bisa menunjang sebuah
acara televisi yang baik. Beberapa acara televisi yang mendunia bahkan punya standar sendiri, sehingga sebuah set di satu
negara punya kemiripan dengan acara serupa di negara yang berbeda, seperti
halnya panggung yang megah pada acara musik World Idol, American Idon,
Indonesian Idol, dll.
Floorplan
Kalau
dalam arsitektur floorplan itu adalah
gambar yang berbentuk skala, gambar-gambar ruang (ruang tamu, kamar tidur,
kamar mandi, taman, dll), floorplan
itu sebagai denah. Desain floorplan
untuk acara televisi hampir sama dengan floorplan
bangunan, namun kegunaan dan manfaatnya saja yang berbeda. Floorplan sebuah acara televisi dimaksudkan untuk membantu
sutradara/pengarah acara televisi dalam “mengeksekusi” sebuah acara. Paling tidak, ada 3 macam floorplan :1. Floorplan Tata Aristik
2. Floorplan Tata Kamera
3. Floorplan Tata Lighting
Adakalanya ke tiga floorplan tersebut dibuat menjadi satu saja. Dengan satu floorplan, sutradara dan produser sudah bisa melihat tata artitistik, penempatan kamera, serta penempatan lighting-nya. Tidak hanya acara televisi, untuk film sekalipun di Hollywood sana, floorplan sangatlah penting. Apalagi,sebagian besar produksi film di sana dilakukan di studio. Denah studio biasanya sudah punya skala yang sangat akurat.
Floorplan Tata Artistik merupakan sketsa rencana tata artitistik yang
diimplementasikan dalam sebuah denah secara lengkap menyangkut elemen stage dan
properti serta penempatannya berdasarkan skala yang sudah dibuat sebelumnya.
Sedangkan floorplan tata kamera sama
dengan floorplan tata artistik namun ada penempatan posisi kamera. Yang membuat
penempatan posisi kamera tersebut adalah pengarah acara (Program Director) yang bekerjasama dengan DOP (Director of Photography).
RSS Feed
Twitter
20.56
Laloeman
Posted in
0 komentar:
Posting Komentar